“Beragam format penilaian melatih saya untuk menyampaikan ide secara persuasif, mengatur waktu dengan efektif, dan menghadapi tantangan dengan percaya diri.”
BERNADINE KAYLA KRISTILA
LULUS: 2022
1. Berapa lama Anda sekolah di Sekolah Ciputra? Dimulai dari kelas berapa hingga kelas berapa?
Saya bersekolah di Sekolah Ciputra mulai dari PYP 5 hingga Kelas 12, selama kurang lebih 8 tahun.
2. Setelah lulus dari Sekolah Ciputra, di mana Anda belajar? Apa jurusan Anda?
Saya menempuh pendidikan di University of Nottingham Ningbo China dengan jurusan Keuangan, Akuntansi, dan Manajemen.
3. Apa yang Anda lakukan setelah lulus dari Universitas?
Setelah lulus dari universitas tahun lalu, karena cukup sulit untuk mendapatkan pekerjaan di Tiongkok, saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan langsung mulai mencari pekerjaan. Di saat yang sama, saya juga terus mengembangkan kemampuan diri, baik yang berkaitan maupun tidak berkaitan dengan jurusan saya.
4. Apa pekerjaan Anda saat ini?
Saat ini saya bekerja sebagai Associate Risk Assurance di bidang Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan di PwC, salah satu firma akuntansi Big Four dunia, dan saat ini berbasis di kantor Jakarta.
5. Apa tantangan terbesar saat pindah ke kota baru?
Meskipun beradaptasi dengan lingkungan baru cukup menantang, pindah ke Jakarta tidak sesulit saat saya pertama kali pindah ke Tiongkok untuk kuliah. Namun, rasa rindu rumah tetap menjadi tantangan bagi saya, karena saya merindukan kedekatan dengan keluarga di Surabaya. Meski begitu, saya bersyukur memiliki teman-teman di Jakarta yang bisa saya temui dan ajak berbicara, yang tentunya membantu mengurangi rasa rindu rumah.
6. Apa yang paling Anda nikmati dari lingkungan baru Anda?
Tentu saja transportasi umum. Meskipun belum seberkembang transportasi umum di Tiongkok, transportasi umum di sini tetap mampu memenuhi fungsinya dalam meningkatkan mobilitas dan konektivitas bagi pengguna seperti saya. Dengan peningkatan yang sedang berlangsung dan rencana pengembangan yang telah diumumkan, saya dapat melihat diri saya akan lebih sering menggunakan transportasi umum ke berbagai tempat di area Jabodetabek di masa mendatang.
7. Bagaimana Sekolah Ciputra berkontribusi pada pekerjaan Anda saat ini?
Sebagai sekolah IB Continuum, kurikulum IB di Sekolah Ciputra tidak hanya memperkuat kemampuan akademik dan keterampilan praktis saya, tetapi juga menanamkan pola pikir penuh rasa ingin tahu, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi yang menjadi fondasi bagi studi saya di universitas hingga karier profesional saya saat ini. Ketatnya standar materi pembelajaran mengasah kemampuan analitis dan pemecahan masalah saya, sementara beragam format penilaian – esai, tugas akademik, presentasi, dan ujian – melatih saya untuk menyampaikan ide secara persuasif, mengatur waktu dengan efektif, dan menghadapi tantangan dengan percaya diri. Persiapan yang holistik ini memberikan saya kemampuan untuk menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi di bawah tekanan, sebuah keterampilan yang terbukti sangat berharga di dunia kerja.
Lingkungan multikultural di sekolah juga memberikan pengaruh yang sama besarnya. Lingkungan tersebut mendorong saya keluar dari zona nyaman dan mengajarkan pentingnya empati, keberanian, serta keterbukaan dalam membangun hubungan yang bermakna. Bekerja sama dengan teman-teman dari berbagai angkatan dan guru dengan latar belakang yang beragam memperkenalkan saya pada berbagai perspektif, yang membentuk kemampuan saya dalam menghadapi perbedaan budaya dengan rasa hormat dan rasa ingin tahu. Pengalaman-pengalaman ini terus terbawa hingga ke universitas dan pekerjaan saya saat ini, di mana berinteraksi dengan rekan kerja dari berbagai usia, kebangsaan, dan latar belakang profesional semakin memperkaya cara pandang saya terhadap dunia. Pertukaran wawasan — baik mengenai budaya, kebiasaan, maupun pendapat — tidak hanya memperluas pemahaman saya, tetapi juga meningkatkan kemampuan saya untuk berkontribusi secara bijaksana dalam lingkungan kolaboratif.
8. Apa hal terbaik dari Sekolah Ciputra? Ceritakan momen yang paling berkesan saat Anda di Sekolah Ciputra
School production tanpa diragukan lagi merupakan pengalaman ekstrakurikuler yang paling khas di Sekolah Ciputra, berbeda dari apa pun yang pernah saya lihat di sekolah lain. Kegiatan tersebut menuntut waktu dan energi yang besar, namun memberikan pengalaman yang sangat berharga karena memadukan kreativitas, disiplin, dan kerja sama tim dalam satu kegiatan. Peran saya dalam tim media dan dokumentasi memungkinkan saya untuk berkolaborasi dengan berbagai divisi — properti, kostum, tata rias, musik, dan akting — sekaligus mengasah kemampuan saya dalam berkoordinasi, berkomunikasi, dan beradaptasi dalam situasi yang dinamis. Mendokumentasikan dan mengkurasi momen-momen penting dari produksi seperti Janji Engtay (2018), 3 Idiots (2019), dan Jaka Tarub (2020) mengajarkan saya tidak hanya keterampilan teknis di bidang media, tetapi juga pentingnya storytelling dan mengabadikan kenangan bersama. Meskipun COVID memaksa kami menghentikan seluruh kegiatan produksi pada saat itu, pelajaran yang saya peroleh dari pengalaman tersebut tetap melekat kuat hingga sekarang.
9. Saran apa yang akan Anda berikan kepada siswa yang akan lulus?
Tidak ada batas waktu pasti untuk memiliki semuanya “tertata” dalam hidup, karena setiap orang memiliki ritme dan tujuan hidup yang berbeda. Oleh karena itu, fokuslah pada perkembangan diri sendiri dan belajarlah untuk beradaptasi dengan berbagai hal tak terduga yang mungkin terjadi dalam hidup.
10. Apakah Anda akan merekomendasikan Sekolah Ciputra kepada orang lain? Jika ya, apa yang akan Anda katakan?
Tentu saja. Sekolah Ciputra benar-benar mewujudkan mottonya – Non Scholae Sed Vitae Discimus (“Kami belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk kehidupan”) – dengan membangun lingkungan yang suportif yang mengintegrasikan pembelajaran holistik dengan pengembangan karakter. Kurikulum IB tidak diperlakukan hanya sebagai kerangka akademik semata, tetapi sebagai sarana untuk membentuk individu yang berkembang secara menyeluruh dan siap memberikan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat. Selain rigor akademik, kemampuan Sekolah Ciputra dalam menyeimbangkan wawasan internasional dengan nilai-nilai budaya lokal juga membuat para siswa tetap terhubung dengan akar budaya mereka, sekaligus menumbuhkan rasa identitas dan tanggung jawab terhadap komunitasnya. Dengan demikian, Sekolah Ciputra membekali siswanya dengan pola pikir dan keterampilan untuk menghadapi kompleksitas, menghargai keberagaman, dan memimpin dengan tujuan di dunia yang saling terhubung ini.







