JAP KEVIN SUSANTO

Sekolah Ciputra memberikan landasan intelektual yang saya gunakan setiap hari — terutama dari mata pelajaran Theory of Knowledge dan Philosophy.”

JAP KEVIN SUSANTO
LULUS: 2021

1. Berapa lama Anda sekolah di Sekolah Ciputra? Dimulai dari kelas berapa hingga kelas berapa?
Sejak Kelas 3 hingga lulus IBDP pada tahun 2021. 10 tahun.

2. Setelah lulus dari Sekolah Ciputra, di mana Anda belajar? Apa jurusan Anda?
Saya punya beberapa pilihan — mendaftar ke program Teknik Dirgantara, Fisika, dan Hukum di University of Sydney. Saya juga mengirimkan aplikasi ke Tsinghua, Tokyo, dan UBC di Vancouver. Pandemi membuat semuanya kacau, kebijakan perbatasan berubah setiap minggu, jadi saya dan keluarga memilih bermain aman: Sydney memiliki peringkat terkuat di belahan bumi selatan dan terasa sebagai pilihan paling stabil di tengah ketidakpastian. Saya memulai di jurusan Hukum dan Kriminologi — terlihat sesuai dengan kemampuan saya setelah mengikuti beberapa kelas teknik sebagai pendengar. Namun kemudian saya mengambil mata kuliah “Human Development and Education”. Dosen membuka perkuliahan dengan teori pedagogi, ilmu kognitif, dan bagaimana manusia sebenarnya belajar, dan itu sangat menginspirasi saya. Saya menyadari bahwa pendidikan bukan sekadar “mengajar”, melainkan persimpangan besar antara psikologi, sosiologi, kebijakan, dan perilaku manusia. Saya pun mengganti jurusan dan tidak pernah menyesalinya. Pada akhirnya, saya lulus dengan gelar ganda: Bachelor of Arts (Sosiologi dan Pendidikan) serta Bachelor of Advanced Studies (Pendidikan) dengan predikat First Class Honours.

3. Apa yang Anda lakukan setelah lulus dari Universitas?
– Tahun Honours mengharuskan penulisan disertasi setingkat publikasi, sehingga saya secara alami mulai terjun ke dunia riset. Saya menjadi asisten pengajar untuk dosen pembimbing saya, lalu mendapatkan posisi resmi sebagai asisten peneliti di bawah Profesor Helen Watt — beliau adalah anggota terpilih dari Australian Academy of Social Sciences dan akademisi di Oxford, jadi tentu sosok yang sangat tepat untuk dijadikan tempat belajar.
– Kemudian pada bulan Desember tahun lalu, mentor saya dari Tsinghua University (saya bertemu beliau saat program pertukaran di tahun ketiga) menghubungi saya dengan sebuah kesempatan: hibah penelitian yang juga disertai posisi sebagai visiting scholar. Saat ini saya berada di posisi tersebut — mengerjakan proyek tingkat nasional, kolaborasi dengan Tsinghua, serta beberapa publikasi. Saya masih mengajar sebagai tutor, masih melakukan riset, hanya saja sekarang melakukannya di dua benua.

4. Apa pekerjaan Anda saat ini?
Asisten peneliti, asisten tutor, dan visiting scholar — saat ini membagi waktu antara University of Sydney dan Tsinghua University.

5. Bagaimana Sekolah Ciputra berkontribusi pada pekerjaan Anda saat ini?
Fondasi. Sekolah Ciputra memberikan landasan intelektual yang saya gunakan setiap hari — terutama dari mata pelajaran Theory of Knowledge dan Philosophy HL. Mata pelajaran tersebut membentuk cara saya memahami proses berpikir. Lingkungan multibahasa melatih kemampuan saya dalam menangkap dan mempelajari bahasa. Dan perpaduan unik antara guru lokal dan internasional? Di situlah saya belajar memahami nuansa budaya yang kini sangat penting untuk sisi antropologis dalam penelitian saya.

6. Apa hal terbaik dari Sekolah Ciputra? Ceritakan momen yang paling berkesan saat Anda di Sekolah Ciputra
Para guru.
– Pak Diko, wali angkatan kami; beliau memiliki filosofi “buatlah menjadi sulit”. Kami trekking melewati air terjun, menyeberangi sungai, dan mengikuti kegiatan kemah yang mendorong kami hingga batas kemampuan. Beliau mengajarkan kami untuk menghadapi ketidaknyamanan dan memikirkan solusi, bukan menghindari masalah. Beberapa persahabatan terdekat saya justru terbentuk saat momen-momen menyeberangi sungai itu.
– Kelas TOK dan Filsafat Pak Peter Crosby, di sanalah saya belajar bahwa pengetahuan itu bisa berubah, dan bahwa bias bukan sesuatu yang bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi sesuatu yang harus kita sadari dan perhitungkan.
Saya menyebut mereka terlebih dahulu karena mereka masih berada di Sekolah Ciputra. Namun, ada juga guru-guru lain yang sangat berkesan: Ms. Greene, Mrs. Chan, Mr. Stuart, dan Mr. Yang — masing-masing mendorong saya tepat di saat saya membutuhkannya.

7. Saran apa yang akan Anda berikan kepada siswa yang akan lulus?
Jangan jadi biasa saja. Lakukan hal-hal yang sulit, karena satu-satunya imbalan dari memilih yang mudah hanyalah kemudahan sesaat. Tantang cara pikir yang seakan mengatur hidupmu.

8. Apakah Anda akan merekomendasikan Sekolah Ciputra kepada orang lain? Jika ya, apa yang akan Anda katakan?
Saya akan merekomendasikan Sekolah Ciputra kepada orang lain, tetapi dengan satu catatan penting. Anda tidak bisa berharap IB atau para guru melakukan semuanya untuk Anda atau anak Anda. Pendidikan adalah hal mendasar bagi manusia, sebuah sistem yang kompleks dari berbagai interaksi dan hasil. Sekolah Ciputra menyediakan lingkungan yang diperlukan agar Anda dapat berkembang, tetapi hanya jika Anda memanfaatkannya di setiap kesempatan. Namun, sekolah tidak dapat memprediksi setiap arah atau pilihan untuk Anda. Hal itu bergantung pada Anda dan orang tua yang perlu menyadarinya.

9. Apa yang Anda lakukan di waktu luang Anda?
Di competitive gaming, saya pernah mencapai peringkat 150 besar dunia bersama tim saya. Saya juga cukup serius dalam gym dan angkat beban (5 hari dalam seminggu). Selain itu, saya juga menekuni kaligrafi dan cukup sering mengunjungi museum atau kebun binatang, terutama saat sedang traveling atau memiliki waktu luang.